Senin, 06 April 2009

Ketika yang lama yang terlupakan dan akhirnya ia hadir kembali dihadapan…

Apa perasaan yang timbul dihatimu ketika seseorang dimasa lalumu yang pernah kau sayangi, dan telah lama tak bersua denganmu, tiba-tiba hadir dihadapanmu?
Seseorang yang tak pernah terbayangkan untuk dapat bertemu dengannya kembali.
Seseorang yang boleh dikatakan, terlupakan dari benakmu namun saat dia ada dihadapanmu, memori indah tentangnya hadir menari-nari dengan indah dipelupuk matamu.
Apakah yang kau rasakan?
Hati dan perasaan ini berada dalam dilema. Saat rasa ini dipertanyakan, saat hati ini dipersimpangan, saat merelakan adalah pilihan satu-satunya,saat tangis tak dapat lagi mencucurkan air mata, saat bimbang terasa sampai pada puncaknya. Namun saat semua itu menjadi sangat rumit, mengapa yang terlupakan kini hadir dihadapan. Dia tak membawa kata-kata indah maupun janji-janji manis, namun senyum indah yang cukup menghanyutkan perasaan ini.
Seandainya..... kata ini menjadi salah satu kata yang terus terucap, terus membayangi...
Seandainya... Seandainya... Seandainya... Seandainya...
Hanya itu yang mampu terucap...

Tak Lekang Oleh Waktu…..


Seputih cinta ini ingin kulukiskan ke dasar hatikuKesetiaan janjiku untuk pertahankan kasihku padamuBukalah mata hati, ku masih cumbui bayang dirimu didalam mimpiYang mungkin tak kan pernah membawamu di genggamku

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktuMeski kau bukan milikkuIntan permata yang tak pudar tetap bersinarMengusik kesepian jiwaku

Kucoba memahami bimbangnya nuraniKu pastikan semua tak akan kuingkari Terlalu banyak cinta yang mengisi Datang dan pergiNamun tak pernah bisa lenyapkanmu Di benakku

Sepenggal lirik lagu milik kerispatih yang cukup menggambarkan perasaan hati ini.
Sekeras apapun cara yang terus aku lakukan untuk menghapus jejaknya dalam hidupku, tidak akan pernah mampu membuatku melupakan semua yang sudah terlewatkan bersama.
Pernah kuungkap bahwa aku ingin merelakan dia merengguk kebahagiaannya dengan orang lain disana, tapi ketika benar-benar kutemui itu dihadapanku, aku kembali goyah. Itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Butuh hati yang kuat, tegar, dan lapang untuk benar-benar mampu merelakan.
Terkadang rasa sakit itu begitu besar hingga air mata tak mampu tuk di bendung lagi. Rasa mengasihani diri sendiri membuat perasaan ini semakin tersakiti. Keegoisan diri dan keteguhan prinsip yang dipegang benar-benar membuat jiwa ini terluka.
Berjuang untuk merelakan, tapi hati masih ingin bersama. Ketika komitmen dipertanyakan, tak ada keberanian tuk melangkah. Rasa nyaman pada hubungan tanpa status pun menjadi alasan yang membuat semuanya runtuh. Tak rela untuk melepaskan, namun tak ingin melangkah untuk menjalin ikatan. Ketika diperhadapkan pada keadaan untuk mengakhiri segalanya, ada banyak alasan yang terlontarkan.
Mengapa aku harus menghadapi rasa yang serumit ini? Mengapa ketika aku merasa bahwa aku terus berjuang, tak ada seorang pun yang menemaniku untuk berjuang. Mengapa segala harapan terasa pupus ditengah jalan? Bagaimana aku harus menata hati ini untuk mampu merelakan?
Pada akhirnya, aku merasa bahwa aku tak akan pernah mampu untuk melupakanmu. Dan kuakui bahwa dirimu di hatiku, tak kan pernah lekang oleh waktu. Apapun dirimu, selalu akan ada ruang dihatiku untukmu. Sekalipun kau hapus aku dari hidupmu, tak akan pernah mampu membuatku membenci dirimu. Biarlah kau berbahagia bersama pilihan hidupmu, karena ku tahu aku tak akan pernah mampu membahagiakanmu.

(kudedikasikan bagi seseorang yang cukup berarti dalam hidup ini… My Teletubiez)

Selasa, 24 Maret 2009

Check List Foto Pernikahan


Meskipun Anda telah menyewa tim fotografer ternama, tak ada salahnya bila Anda mengajukan daftar momen-momen pada hari pernikahan yang tak boleh lupa untuk diabadikan. Buat daftar momen ini seminggu sebelum hari pernikahan. Bila fotografer Anda bukan spesialis foto perkawinan, daftar yang Anda buat ini akan sangat membantunya.

Anda bisa memilih beberapa dari sekitar 60 momen ini, baik untuk foto still maupun foto candid.

Persiapan
Pengantin wanita saat menjalani rias wajah dan rambut.
Gaun pengantin atau jas yang digantung di hanger, dihamparkan di ranjang, atau menjuntai di sandaran kursi.
Still life shots dari sepatu, perhiasan, dasi, dan pernik lainnya.
Detail foto dari buket bunga pengantin wanita dan pengirinya.
Foto candid saat pengiring pengantin mengenakan pakaiannya.
Ibu membantu mengancingkan gaun atau kebaya pengantin.
Ibu membantu merapikan pakaian pengantin, seperti veil gaun pengantin atau lipatan kain kebaya.
Foto seluruh badan dari pengantin yang sudah mengenakan gaun atau kebayanya sambil berkaca di cermin.
Ayah menatap pengantin putri dalam gaun atau kebayanya.
Pengantin putri bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
Pengantin putri bersama para pengiringnya.
Pengantin pria bersiap bersama ayah dan pengiringnya.
Foto close-up dari cincin kawin.
Pengantin pria bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
Pengantin pria bersama para pengiringnya.
Pengantin pria merapikan dasi atau kancing jas atau beskapnya.
Kedua pengantin secara terpisah berangkat menuju lokasi pemberkatan atau akad.

Upacara perkawinan
Bagian interior atau eksterior dari lokasi upacara sebelum tamu tiba.
Kedua pengantin menunggu untuk memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.
Ekspresi kedua pengantin secara close-up saat memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.
Kedua orangtua pengantin berjalan memasuki tempat upacara.
Orangtua dan keluarga pengantin menempati tempat duduk masing-masing.
Kedua pengantin duduk di tempat yang sudah disediakan.
Ekspresi kedua orangtua pengantin saat upacara berlangsung.
Wide shot dari altar atau mesjid, dari sudut pandang tamu.
Wide shot tamu, dari sudut pandang pasangan pengantin.
Momen khusus seperti saat pengantin pria mengucapkan ijab kabul.
Close-up dari pengantin pria dan wanita saat mengucapkan janji perkawinan.
Close-up tangan pengantin pria dan wanita saat bertukar cincin.

Sungkem, cium, dan peluk
Kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua untuk meminta restu.
Kedua pengantin saling mencium pipi.
Ekspresi close-up dari kedua pengantin setelah sah menjadi suami-istri.
Kedua pengantin berpelukan dengan keluarga dan teman-teman.
Kedua pengantin berjalan keluar dari tempat upacara.

Sebelum resepsi
Pengantin pria dan wanita berdiri bersama.
Pengantin wanita dengan orangtua.
Pengantin wanita dengan saudara-saudaranya.
Pengantin wanita dengan seluruh keluarga.
Pengantin pria dengan orangtua.
Pengantin pria dengan saudara-saudaranya.
Pengantin pria dengan seluruh keluarga.
Kedua pengantin dengan orangtua pengantin wanita.
Kedua pengantin dengan orangtua pengantin pria.
Kedua pengantin dengan kedua orangtua pengantin.
Kedua pengantin dengan seluruh anggota keluarga.
Kedua pengantin dengan para pengiring pengantin.
Kedua pengantin dengan seluruh panitia.

Resepsi
Bagian eksterior maupun interior dari tempat resepsi.
Still-life shots dari bunga, menu, dekorasi, table setting, kue pengantin, tumpeng, atau gelas Champagne (bila ada).
Tamu-tamu tiba, dan menandatangani buku tamu.
Kedua pengantin tiba.
Ekspresi para temu menyaksikan kehadiran kedua pengantin.
Kedua pengantin menyesap Champagne.
Kedua pengantin saling bertegur sapa dengan tamu.
Kedua pengantin saling berdansa (bila ada).
Kedua pengantin menerima salam dari para tamu.
Ekspresi close-up dari kedua pengantin saat menyambut tamu.
Shot dari MC atau pengisi acara tengah tampil.
Kedua pengantin memotong kue pengantin atau tumpeng.
Bouquet toss (lempar bunga).
Kedua pengantin keluar dari tempat resepsi.
Mobil pengantin, serta saat kedua pengantin memasuki mobil.

Jumat, 20 Februari 2009

Tolong…. Jangan rusak apa yang sudah di bangun dan dijaga selama ini.

Aku pengen banget nangis, ada rasa marah yang meluap-luap dalam hati ini. Klo mau di bilang alumni, memang aku bukan lulusan sah dari sana, tapi aku pernah merasakan pendidikan, persahabatan dan rasa kekeluargaan. Aku selalu berusaha untuk terus menjaga nama baik dari almamater ini, sekalipun tidak seluruh waktuku ada disana. Ada rasa bangga karena aku pernah jadi bagian dari keluarga besar itu, yang terus semakin besar setiap tahunnya. Tapi berita ini benar2 menghancurkan semua citranya. Sekalipun rasa banggaku ga pernah bisa luntur untuk almamater ini, tapi ketika mereka yang ga punya rasa memiliki akhirnya menghancurkan smua itu, ada rasa sakit yang teramat dalam yang aku rasakan.
Buat kamu yang baru, tolong jaga apa yang sudah berusaha kami jaga selama ini. Buat rasa bangga itu semakin besar, jangan sampai kamu hancurkan rasa bangga ini dengan sesuatu yang tidak bertanggung jawab.

Jumat, 23 Januari 2009

Kisah 1000 Hari Sabtu (shared by Fr. Rick of Kingston, NY)

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya."Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. . Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya.
"Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting"."Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hariSabtu. Aku terbiasa memikirkan, andai kata aku bisa hidup sampai 75 tahun,maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati"."Lalu aku pergi ke toko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Akubutuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu.Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, akuselalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" ."Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku.Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di duniaini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu"."Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini,kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telahmeberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan denganorang-orang yang kusayangi"."Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharapsuatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan. "Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan"."Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum."Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku,
"Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."
SPEND YOUR WEEKEND WISELY AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIALAND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.

Rabu, 22 Oktober 2008

thanks GOD for all.......

Aku berbahagia dengan keadaanku saat ini. Aku bersyukur dengan segala hal yang boleh aku rasakan saat ini. Aku merasakan indah sekali hidupku ini. Aku tahu, banyak masalah dan pergumulan dalam hidup ini, tapi aku juga tahu dan belajar untuk memahami bahwa hidup yang penuh dengan masalah dan segala keruwetannya ini banyak memberikan kekuatan untuk aku.
Dulu aku pernah berfikir bahwa hidup yang indah adalah hidup yang tanpa masalah, namun kini kusadari, hidup dengan segala keruwetannya malah memberikan warna yang indah. Hidup penuh warna itu lebih indah dibanding hidup yang monoton. Permasalahan dalam hidup sesungguhnya memberikan pelajaran tentang arti hidup yang sesungguhnya, namun terkadang manusia tidak pernah mencoba membuka mata untuk belajar dari masalah yang ada. Manusia terlalu mengkotak-kotakkan hidupnya hingga berkat yang ada di depan matapun tak pernah terlihat.
Sesungguhnya, Allah memberimu cukup berkat agar kau tahu Dia mencintaimu, cukup persoalan sehingga kau tak melupakanNya, cukup harapan untuk membuatmu bahagia dan cukup ujian untuk membuatmu mengandalkanNya. Berdoalah, agar kau dapat berespon dengan benar.

Senin, 15 September 2008

MERELAKAN…..MUNGKIN INILAH PILIHAN PALING BIJAK


Harus kuakui, menyayangimu adalah suatu anugerah terindah yang kurasakan dalam hidupku. Aku menyayangimu dari dulu hingga saat ini dan semoga terus hingga akhir waktu. Setelah banyak timbul pertanyaan dalam hatiku, setelah mencoba kucari jawaban dari tiap pertanyaan itu, dan setelah banyak kejadian yang aku alami selama ini, yang semuanya menyangkut dirimu. Setelah banyak pendapat yang kudengar dari berbagai pihak. Akhirnya aku tiba pada kesimpulanku sendiri, bahwa aku tidak akan pernah mampu untuk berhenti menyayangimu, apapun keadaanmu. Namun merelakanmu, mungkin adalah pilihan paling bijak yang mampu kuambil. Mungkin aku tidak akan pernah mampu mendampingimu disisa hidupku, tapi harus kukatakan bahwa cinta yang kurasakan padamu akan tetap menjadi cinta yang terlalu kuat untuk dipatahkan. Melepaskanmu dari kungkungan rasa cintaku merupakan suatu pengalaman menyakitkan dalam hidup ini, tapi akan lebih bijak bagiku jika kulepaskanmu dari hidupku untuk melihatmu hidup bahagia dengan seseorang yang mampu tuk bahagiakanmu. Walau aku tidak akan pernah mampu tuk dampingimu, ijinkan kuukir indah namamu dalam hatiku. Biarlah kau tetap menjadi kenanganku sebagai anugerah yang sangat indah dalam hidupku.
Ketika ku coba untuk ungkap semua ini, aku berperang dengan hatiku. Harus kuakui, terlalu berat melepaskan dirimu. Aku tak pernah tau apakah kaupun merasakan hal yang sama. Tersiksa dalam perasaanmu? Ataukah kau hanya akan membiarkan semua ini berlalu begitu saja?
Sayangku, biarlah semua ini terjadi. Mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kita. Merelakanmu untuk lepas dari hidupku, merupakan pilihan paling bijak bagiku. Aku kembali tuk menata hatiku, hingga suatu saat nanti aku tidak akan menyesal atas keputusan ini.
Sayangku, aku hanya berharap kau kan rengkuh bahagiamu kelak bersama seseorang yang mampu tuk dampingimu hingga akhir waktu, dan yang mampu tuk beri yang terbaik bagimu. Sayangku, ingin ku ungkap kata bahwa bahagiamu merupakan bahagiaku pula, walaupun diriku takkan pernah bisa mendampingimu nikmati bahagia itu. Biarlah kau berbahagia dengan orang lain, mungkin itulah kebahagiaan yang layak kau terima, yang mungkin takkan pernah kau rasakan jika kita tetap bersama.
Sayangku. Terimakasih untuk rasa sayang yang pernah kurasakan darimu, kadang aku berharap rasa sayang itu tak pernah habis untukku. Namun saat ini dikala kau sudah menjadi milik orang lain, ijinkan aku untuk tetap mencintaimu. Aku akui, aku tidak mampu untuk berkorban sebesar dia yang dampingimu saat ini, aku tidak mampu tuk berikanmu bahagia itu. Tapi aku masih tetap berharap yang terbaik bagimu.
Sayangku, bagiku kau tetap my teletubbies. Selalu dan akan selalu ada dalam hatiku, kenangan indah yang terlalu sulit untuk aku lupakan. Biarkan teletubbies tetap jadi kenangan indah kita saat dulu waktu kita bersama. I will always love u my teletubbies….

Selasa, 12 Agustus 2008

32 jam: reunian tanpa mandi (August 9-10, 2008…. Kebayang gas ih…???)……..

32 jam: reunian tanpa mandi (August 9-10, 2008…. Kebayang gas ih…???)……..
Setelah 6 tahun lebih tak bersua, akhirnya pertemuan itu terjadi juga, aku akui banyak protes yang timbul untuk diriku. “kenapa sih kamu pindah?” “kamu menghilang seperti jin langsung ‘ting’ tiba2 dah ga ada” “pergi ga pamit2, baru tau kamu ga ada malah saat kita lulusan SMA” “menghilang tanpa jejak dan ga ada kabar berita” dan ada banyak hujan protes untukku. Semua itu kumaklumi sahabatku. Maafkan daku untuk semua yang telah terjadi.
Satu hal, aku bahagia bgt bisa ketemu dengan kalian semua, khusus untuk Amijaya dan Isaac. Mungkin selama dulu kita bersama 2 tahun di smoenzha, aku ga terlalu dekat dengan kalian bahkan mungkin aku banyak skali bikin kalian jengkel, tapi aku bisa merasakan persahabatan yang indah dengan kalian. Thanks bgt untuk Ami yang memanfaatkan waktu yang sempit selama di Jakarta untuk bertemu denganku. Aku sangat menghargai itu semua. Thanks juga untuk Isaac yang diantara kesibukan dan aktifitas masih menyempatkan diri untuk ketemu denganku. Kalian sahabat yang mampu memberi kesan bersejarah dan warna dalam hidup ini.
Perjalanan reuni ini seperti air yang mengalir, perjumpaan yang direncanakan, tapi ga pernah janjian mau pake baju yang sama, taunya pas ketemu warna baju yang digunakan sama “hitam”, kemudian kita berlanjut mengelilingi kota naek “busway” bukan delman loh (lagu kali keliling kota naik delman istimewa). Habis melewatkan makan siang yang menggambarkan ke-norak-an kita semua (berhubung makannya sambil crita dan ketawa ngakak ala orang papua), perjalanan dilanjutkan dengan menjadi foto model di daerah slipi (klo ga salah slipi, pokoknya deket mall taman anggrek aja). Trus ide berikut timbul, kita mau berwisata ke MONAS, tugu kebanggaan orang Indonesia gitu deh. Perjalanan berlanjut dengan menggunakan bus dalam kota. Akhirnya sampailah kami di MONAS, dan jadilah kami turis2 local yang udik foto hahahahahaha…….
Menikmati beberapa jam waktu di monas dengan berbagai pose untuk foto2 kenangan reunian ini, jadi foto model dadakan, fotografer dadakan tapi pose ok punya smuanya, intinya seru bgt deh… Perjumpaan yang tak terlupakan.. Habis itu, pas mau kluar rencana yang terlintas untuk tujuan berikutnya adalah TIM, tetapi ide paling gila muncul. Berhubung kita lagi di dekat stasiun kereta, maka terlintas ide untuk ke bandung. Akhirnya mengambil langkah pasti menuju stasiun dan mencari tau keberangkatan ke bandung. Awalnya udah PD bgt bakal naik kereta paling malam yaitu 20.30, eh ternyata kereta terakhir udah berangkat, jadinya kita menuju ke UKI mencari bus ekonomi yang murah meriah… Perjalanan berlanjut dan akhirnya setengah 12 malam tibalah kami di bandung. Waw udara dingin langsung menusuk, tapi itu semua tidak mampu mengalahkan hangatnya persahabatan kami. Akhirnya sampailah kami di kost2an sang master kelas waktu kls 2 dulu yang udah jadi pak dokter sekarang. Beristirahat sejenak sambil menunggu terbitnya matahari.
Ketika terbangun dari nyenyaknya tidur yang hanya sesaat itu, rute selanjutnya adalah GASIBU, nyari sarapan pagi plus mau bli baju murah. Berjalanlah kami meninggalkan kostan pak dokter tanpa mandi dan sikat gigi, hanya berbekal cuci muka saja. Nyampe di gasibu, kita sarapan beramai-ramai (teteup dalam keadaan apapun slalu berpose) kemudian nyari baju bertuliskan BANDUNG, dengan gambar yang sama bgt dengan baju kls 1-3 dulu yaitu gambar ”VW Kodok”. Waw pokoknya keren bgt deh. Rencana berikut adalah nyari jaket, tapi berhubung rada2 kurang ”sreg”, akhirnya kita ga jadi bli jaket deh (aku tau kamu kecewa ami, tapi yang penting adalah kebersamaan kita smua kan?).
Walau ga dapat jaket, perjalanan berlanjut menuju gedung sate, rencana sih mau foto2 nih, sebelum nyampe ke gedung sate ada yang menarik perhatian nih.. Mau tau apa? Ada kelinci luchu bgt, warnanya coklat ada garis2 itam.. Pokoknya luchu bgt deh. Akhirnya tawar menawarpun terjadi, harga asli 25 ribu di tawar jadi 15 ribu, sayang penjualnya ga mau, trus tawaran dinaikkan jadi 20 ribu tapi tetap tidak mau juga.. kecewa pastinya, akhirnya kami melangkah meninggalkan penjual kelinci tersebut. Tak disangka, pada langkah yang ke delapan ternyata kita dipanggil lagi, akhirnya penjual itu mau melepaskan kelincinya dengan harga 20 ribu. Tak berpikir panjang lagi akhirnya kelinci tersebut kita beri nama ”DELAPAN” berhubung pada langkah kedelapanlah kita dapat kepastian bahwa kelinci tersebut dapat jadi milik kita. Waw ”DELAPAN” jadi maskot untuk perjalanan ini.
Setelah mendapatkan delapan, selanjutnya adalah ganti baju... Setelah numpang ganti baju di toilet umum di gedung sate, selanjutnya adalah berpose ria seakan diri adalah foto model.. Habis itu terus berjalan menyusuri lapangan gasibu dan sampailah kita di tukang poster, belanja poster deh.. Habis itu kita ke ciwalk, berhubung kita make baju kembar bertuliskan bandung, alhasil orang2 kirain kita semua adalah wisatawan domestik yang baru pertama kali datang di bandung, akhirnya banyak pedagang asongan yang menawarkan pernak pernik bernuansa bandung deh.. habis itu karena berhubung viewnya bagus makanya pose lagi deh.. Selanjutnya kita kembali menyusuri jalan cihampelas untuk nyari jaket, tapi berhubung ga ketemu juga yang sreg makanya ga ada yang di beli deh..
Setelah itu kita berlanjut ke stasiun, tapi berhubung kereta selanjutnya jam 5 sore dan itu bakal malam bgt nyampe jakartanya, makanya kita langsung meluncur ke terminal bus, akhirnya kita naik bus menuju cikarang, selain untuk nganter aku pulang, ya skalian menunjukkan pertanggung jawaban mereka sebagai pria yang gentle... Hahaha..... Tapi klian smua adalah teman2 ku yang hebat, mau bgt nganterin aku pulang... Seandainya long weekend mungkin perjalanan ini akan berlanjut ke jogja dan malang. Waw klo kyak gitu, bisa jadi reuni gede2an dounk....
Waw pertemuan ini benar2 menakjubkan, bersejarah banget dan sangan berwarna... Kisah-kisah dalam pertemuan dan perjalanan ini mungkin ga pernah di alami orang lain. Biasanya klo mau ketemu teman lama pasti pada dandan, maunya tampil rapih dan pasti malu bgt klo ga mandi. Tapi kisah kita lain bgt, ga mandi ga jadi masalah yang utama adalah kebersamaan.
Persahabatan itu bukan masalah kamu mandi atau tidak, tapi bagaimana kamu berkorban banyak hal agar persahabatan ini abadi selamanya. Perpisahan selama 6 tahun lebih, plus tanpa pernah adanya kontak, dan hanya terbayarkan dengan pertemuan 32 jam memang bukan sesuatu yang sebanding, tapi jiwa yang mau berkorban dalam lelah dan waktu yang sempit yang mampu dimanfaatkan dengan maksimal benar2 memberi kesan yang indah. Bukan soal kuantitas pertemuan tapi kualitas reuni ini. Ada banyak perubahan yang terjadi dari tiap pribadi, namun satu hal yang selalu tetap ada, kenangan indah masa lalu dan penerimaan pribadi satu dengan yang lain walau dalam keadaan apapun. Walau ada banyak perubahan yang terjadi, persahabatan itu tetap jadi pengikat kita semua.

Sahabat, dalam kesendirian aku mulai merenung….
Ketika kita pernah merasakan kehilangan,
Maka itu semua akan menjadi sangat bermakna
Ketika kita kembali menemukannya…
Seperti itulah yang aku rasakan saat ini….
Dulu aku begitu merasakan kehilangan dari persahabatan kita,
Memulai hidup baru ditanah orang, tanpa tau siapa di sekitarku..
Membangun keberanian dalam kesunyian batinku…
Untuk bangkit menjalani hidup ini..
Tapi saat ini ketika aku menemukan persahabatanku ini lagi….
Persahabatan ini kembali memberikan warna cerah dalam hidup ini…
Akhirnya kutemukan puzzel yang pernah hilang dari hidup ini…
Semoga persahabatan ini kan tetap abadi selamanya…
Hingga akhir waktu yang memisahkan segalanya….

(kudedikasikan tulisan ini untuk semua sahabat2ku dari smoenzha Jayapura, terlebih khusus untuk teman2 kelas 1-3 dan 2-3 angkatan 2003, i always miss u and love u all my friends)

Rabu, 06 Agustus 2008

Bunga Seorang Dewi

Jantungku terpukul begitu dahsyat. Tak ada kata yang pantas terucap dari lidah yang kelu tanpa memperdulikan teriakan hati menyayat dinding hati. Begitu cepat waktu ini tiba. Aku masih ingin membelai kemulusan kelopak bunga yang selalu cerah ceria tanpa cacat di tanganku yang kasar dan penuh dengan noda. Akankah semuanya akan berakhir dengan ” happily ever after ” ? Tanda tanya besar menyesaki ruang di dadaku. Begitu beratnya sampai-sampai aku harus menginjak seluruh ego yang bergelayut di segenap bagian dari diriku. Today is the Judgement Day. Asa ku terus kupaksa untuk merendah. Aku tak ingin tergores. Aku tak ingin tersayat. Aku hanya ingin merasakan kehangatan cahaya yang menembus awan-awan mendung yang selalu tersenyum saat melihatku berjuang, merintih, dan terkapar, tergeletak tanpa raga.
Bunga itu terus memberikan keindahannya tanpa disadarinya bahwa aku telah terpikat oleh kuntumnya. Saat mekar, aku berharap aku yang pantas untuk memetiknya, menyimpannya, dan menjaganya dengan seluruh daya yang kusiapkan sampai badan ini tak bernyawa. Sebegitu berharganya kah bunga itu ? YA !!! Tiada hal lain yang dapat menggantikan, menggesernya pun tidak dari mata batin ku. Akankah bunga itu rela untuk kupetik ?? Perlahan kuulurkan tanganku dalam kebisuan yang dalam. Pelan. Lembut. Hangat. Dan kugenggam, lekat dalam telapak tanganku. Namun untuk menariknya, mencabutnya, aku membutuhkan lebih dari sekedar arak yang membawaku meraih keberanian dan kemampuan untuk mendapatkannya. Seluruh tubuhku membatu. Jantungku berhenti seketika. Kulitku terkelupas. Mataku tersamarkan. Mulutku terkunci
Aku kembali ke alam nyata dimana langit masih biru dan mentari masih bersinar. Kembali kupasang telingaku dengan segenap roh yang masih mampu menembus garangnya aral. Kutunggu. Hari ini. Jangan lagi esok. Dewiku dan bungaku.


(ditulis oleh sahabatku, jimmy Roembiak…thanks bgt buat tulisan kamu yang indah.. seharusnya kamu yang posting tulisan ini… biarkan tulisan ini aku abadikan untukmu sahabatku… tetap bersahabat sampai kapanpun…. GBU mu friend…)

Rabu, 23 Juli 2008

Jawaban apa yang kan ku beri.....

Andaikan kau datang kembali, jawaban apa yang kan ku beri, adakah jalan yang kau temui, untuk kita bersatu dalam cinta.
Kasih, aku menangis menghadapi semuanya. Kadang aku berfikir, seandainya air mata ini mampu untuk menghapus segala rintangan yang ada di hadapanku. Tidak ada lagi keraguan dalam hatiku untukmu, apapun dirimu saat ini, bagaimanapun dirimu, akhirnya ku akui bahwa ku cinta kau dari kekuranganmu hingga lebihmu.
Aku tidak tahu, apa yang harus ku perbuat lagi, aku hanya mampu berdoa untuk menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang timbul dalam hatiku. Adakah sesungguhnya ketidakrelaan ini yang mendera batinku? Haruskah aku berkata bahwa “ku cinta kamu tak berarti bahwa ku harus memilikimu s’lamanya” sedangkan aku terlalu takut untuk merasakan kehilangan dirimu untuk kedua kalinya. Kita tak pernah berkomitmen sebelumnya, tapi kucintaimu setulus hatiku.
Ku mencintaimu lebih dari apapun, meskipun tiada satu orangpun yang tahu, ku mencintaimu sedalam hatiku. Meski coba ku menjalin cinta dengan yang lain, tapi tak pernah bisa tuk hapuskan dirimu dari hatiku.
Aku ingin memelukmu, menjadikan kau bintang di hidupku. Menjadikan kau sosok yang kucinta sepanjang masa dalam hidupku. Ingin ku dampingi dirimu dalam sisa hidupku, tapi apakah aku sanggup untuk menggapai itu semua. Terlalu berat bagiku, atau hanyakah aku terlalu mengasihi diriku sendiri hingga aku membiarkan diriku terbenam dalam perasaan yang mungkin sebenarnya aku mampu untuk hadapi, tapi rasa mangasihi diriku sendiri yang membuatku membiarkan diriku berdiri nyaman walau tersakiti dalam perasaan ini?