Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2010

nikah... engga... nikah.. engga.. engga nikah? (hehe just my thought no offense) => acit's note

huff.. finally I write my note again.. setelah berbulan bulan lamanya tidak menulis notes (maaf yah buat para sobat2 yg dengan excitingnya membaca notes saya)....

lagi lagi saya menulis note sebagai curhatan (heheh lebih tepatnya mengemukakan suatu pemikiran yg biasanya jika diobrolkan dengan orang lain membuat orang tersebut berfikir "you are freak one")...sebagai buah pemikiran saya dan juga sebagai unek unek saya...

i never tired about this topic : marriage... (don't laugh haha).... dari survey kecil kecilan yang saya buat pada teman2 lain soal menikah ternyata eh ternyata most influence factor that drive them untuk menikah yaitu : (no offense buat orang2 yg sudah mikah, berpikir untuk menikah, ingin menikah dan ternyata setelah membaca note ini anda jadi berpikir ulang tentang pernikahan)

1. EXPIRED DATE...
let me explore... hal yang paling krusial yang membuat mereka berpikiran menikah A.S.A.P (as soon as possible) adalah expired date terutama bagi perempuan

"Ya ampun cit kan udah umurnya.. klo ngga sekarang mau kapan nikahnya", sahut salah satu teman (female-twenty sumthing) dengan worriednya berpikir umurnya itu sudah masuk umur kadaluarsa buat menikah (puh-lease deh secara masih seumur dengan saya ini).. swear on My Guess Wedges alasan ini yang paling banyak dikemukakan oleh orang2 untuk menikah .. karena umur yang sudah twenty-sumthing.. yeah like I said in my older notes that quarter life crisis begitu mempengaruhi seseorang untuk memutuskan menikah. padahal yah diliat dan ditelaah pemerintah hanya menetapkan umur minimal buat menikah (If I didnt make mistake.. 21 years old or 16? haha like I care?) bukannya umur maksimal untuk menikah hihi....

they said that age is matter untuk menikah apa karena adat ketimuran yang berkesan memarjinalkan perempuan yang memilih menikah bukan pada twebty-sumthingnya berarti dia perawan tua? (hey emang bisa di judge begitu saja jika perempuan yang belum menikah itu perawan tua haha.....) ternyata umur menjadikan suatu ukuran atas keputusan menikah. bukannya karena "yes coz I love him/her" ataupu "coz I want to get married with her/him"

percaya deh rata2 mereka (silakan kalau kamu lagi iseng buat uji statistik hehehe apakah bakalan terdistribusi normal atau tidak haha) berpikir bahwa menikah itu ada masanya.. owh yah buat perempuan mungkin karena adanya expired date dari ovum (menopouse) lalu bagamana dengan lelaki? apakah mereka menjadi desperately-needy-boy karena punya expired date sperma juga?..

age's just a number bagi saya... dan untuk memutuskan menikah atau tidak saya pikir umur bukanlah jadi faktor krusial.. sungguhpun banyak yang menjudge saya hedonis or bla bla bla bagi saya keputusan menikah sama dengan keputusan strategis sebuah perusahaan. dimana saat kita sudah memutuskan itu akan berdampak sangat luas. memiliki cost yang besar, resiko yang besar meski diharapkan return yang maksimal. jika kita membuat kesalahan no way to turn back.. dan saya juga tidak pernah ingin menjadi gambler dalam hidup saya ( BIG NO). hidup bukanlah sebuah perjudian meski seperti fav quote "life is like box of chocolate.. u never know what u'd get"

so berhati hati jika anda memutuskan buat menikah jika alasan anda hanya karena umur.. karena kita bukan produk pasaran yang punya expired date " baik dikonsumsi sebelum tanggal bla... blaa blaa.."

2. Euforia (latah)
faktor kedua yang paling sering saya temui yaitu euforia. sering sekali kita mendengar disuatu resepsi pernikahan " ya ampun si x udah menikah.. gw kapan yah?" atau "pestanya bagus bgt.. nanti klo pesa gw bakalan blaa blaaa blaa"..

that's what I said. euforia... yang ternyata menjadi alasan juga untuk menikah. seperti domino efek disaat satu orang sudah menikah .. pengennya ikutan menikah cepat cepat juga..

saya pernah pergi ke suatu resepsi pernikahan dengan saorang teman. teman saya bilang ,"wah kapan yah gw merit" dan merasakan euforia itu. sedang euforia yang saya rasakan "waahhh makanan d tempat resepsi memang enak2 hehehehe" sambil mengambil sup zupa zupa..

efek latah ternyata bisa menyebabkan seseorang memutuskan untuk menikah.. so buat anda apa memutuskan untuk menikah karena latah atau karena anda percaya bahwa someone anda itu the right man/woman?

dua alasan diatas membuat bias pada alasan kenapa kita memutuskan untuk menikah... kadang karena umur kadang karena latah. sehingga alasan pernikahan itu sendiri tidak punya dasar yang kuat.. saya bukan seorang single yang-putus-asa-pengen-nikah-tapi-g-bisa-makanya-bikin-note-aneh
jujur saja I'm in over 4 years relationship with someone who's (I believe and I thought) madly in love with me, tapi kami mengaanggap bahwa pernikahan adalah isu yang sakral untuk dibicarakan. bukan karena kami berdua anti komitmen tapi bagi kami achievment dalam hidup bukanlah menikah dan berkembang biak sehingga ras manusia tidak terancam kepunahan. bukan karena prihatin pada peningkatan laju natalitas di indonesia yang makin besar. karena menikah itu merupoakan master plan yang harus dicermati agar tidak kecewa saat nantinya.. pernikahan bukanlah sebuah kalkulasi untung rugi...lebih seperti sebuah black-hole

so we're far far away from the marriage.....

no offense yah buat orang2 yang g setuju atas pendapat saya buat pernikahan.. bagaimanapun juga menikah itu hak semua orang dan tidak menikah juga hak dari semua orang hehehe.....

salut buat ayu utami yang dengan bangganya mengeluarkan esai 10+1 alasan buat tidak menikah (Parasit Lajang, Ayu Utami) karena setelah saya baca (tanoa tendensi apa apa) dan berkata itu adalah nyata..

sekarang saya mulai berpikir bahwa nanti saat saya akan memutuskan untuk menikah yang saya lakukan adalah mengumpulkan alasan2 rasional kenapa sya menikah.. karena pernikahan bukanlah suatu impian lagi namun merupakan realita (yang mungkin) harus dihadapi atau mungkin juga tidak

(copy from my friend's note)

Selasa, 20 Oktober 2009

...TEGAR... berharap tak lagi berair mata...



Tears Of Woman

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.

Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya....

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.

Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.

Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karenamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan....

Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu......

Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki
Pikirkanlah tentang hal itu

Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya....


Wacana diatas memang benar2 menggambarkan wanita sesungguhnya... Namun ketika kulihat semua dalam hidupku, aku pun mulai merenung. Apakah aku selama ini menjadi seorang wanita yang sangat tegar? Ataukah karena sudah terbiasa mengalami kesakitan selama bertahun-tahun, hingga tangisku hanyalah sebuah tawa dan perihku adalah senyuman. Bahkan kadang aku sendiri berada pada kebingunganku, aku terlalu sulit untuk membedakan antara tangis dan tawaku. Kapan aku menangis ketika aku tertawa. Semua terasa sama bagiku, ataukah karena memang aku sudah tak lagi berair mata?
Terkadang ingin kubagi resahku dengan seseorang, ingin kuungkap galauku pada sebuah pribadi, namun aku terlalu sulit untuk bisa percaya. Terlalu banyak rasa kecewa hingga percaya adalah sesuatu yang sangat mahal bagiku. Aku hanya berharap semua rasa kecewa yang pernah ada dalam hidupku tidaklah menjadi sebuah akar pahit hingga merusak hidupku. Aku hanya ingin tetap bersinar dan terus menjadi bijak dalam menghadapi hidupku ini.

Senin, 19 Oktober 2009

ujung pelangi memang tak pernah bisa ditemukan, namun persahabatan itu nyata....


Ujung pelangi tak pernah ada. Yang kau temukan sebagai ujung pelangi adalah persahabatan kita. Warna warni pelangi merupakan irama suatu persahabatan. Kadang ada amarah, mungkin muncul kegalauan hati, keberanian yang terbit dalam perjuangan, berharap ketegaran hati berwujud, kadang kau merasa nyaman, tak jarang memiliki kesenduan dan suatu kali kesunyian.


Hakekat pelangi adalah bias sinar matahari ketika menimpa titik air hujan. Demikian juga dengan persahabatan, merupakan bias dari rasa percaya dan ketulusan sehingga terpancarlah saling mengerti dalam memahami irama suatu persahabatan.


sesungguhnya ujung pelangi memang tak pernah bisa ditemukan, tetapi persahabatan itu nyata.


(dikutip dari buku berjudul PELANGI, ditulis oleh OKIM, 2008, penerbit Papple Lighthouse Foundation, dan sedikit diubah beberapa katanya)


membaca tulisan diatas...buatku merindukan pelangi...merindukan pelukis pelangiku...

pelukis pelangiku...dia sahabat terbaikku...

terkadang kuingin tak ada rasa ini...

aku merindukan pelukis pelangiku...

inginku miliki pelukis pelangiku...

tapi mungkin persahabatan itu lebih nyata.... ^_^


(Monday, 19th Oct 2009 at my office)

Selasa, 24 Maret 2009

Check List Foto Pernikahan


Meskipun Anda telah menyewa tim fotografer ternama, tak ada salahnya bila Anda mengajukan daftar momen-momen pada hari pernikahan yang tak boleh lupa untuk diabadikan. Buat daftar momen ini seminggu sebelum hari pernikahan. Bila fotografer Anda bukan spesialis foto perkawinan, daftar yang Anda buat ini akan sangat membantunya.

Anda bisa memilih beberapa dari sekitar 60 momen ini, baik untuk foto still maupun foto candid.

Persiapan
Pengantin wanita saat menjalani rias wajah dan rambut.
Gaun pengantin atau jas yang digantung di hanger, dihamparkan di ranjang, atau menjuntai di sandaran kursi.
Still life shots dari sepatu, perhiasan, dasi, dan pernik lainnya.
Detail foto dari buket bunga pengantin wanita dan pengirinya.
Foto candid saat pengiring pengantin mengenakan pakaiannya.
Ibu membantu mengancingkan gaun atau kebaya pengantin.
Ibu membantu merapikan pakaian pengantin, seperti veil gaun pengantin atau lipatan kain kebaya.
Foto seluruh badan dari pengantin yang sudah mengenakan gaun atau kebayanya sambil berkaca di cermin.
Ayah menatap pengantin putri dalam gaun atau kebayanya.
Pengantin putri bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
Pengantin putri bersama para pengiringnya.
Pengantin pria bersiap bersama ayah dan pengiringnya.
Foto close-up dari cincin kawin.
Pengantin pria bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
Pengantin pria bersama para pengiringnya.
Pengantin pria merapikan dasi atau kancing jas atau beskapnya.
Kedua pengantin secara terpisah berangkat menuju lokasi pemberkatan atau akad.

Upacara perkawinan
Bagian interior atau eksterior dari lokasi upacara sebelum tamu tiba.
Kedua pengantin menunggu untuk memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.
Ekspresi kedua pengantin secara close-up saat memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.
Kedua orangtua pengantin berjalan memasuki tempat upacara.
Orangtua dan keluarga pengantin menempati tempat duduk masing-masing.
Kedua pengantin duduk di tempat yang sudah disediakan.
Ekspresi kedua orangtua pengantin saat upacara berlangsung.
Wide shot dari altar atau mesjid, dari sudut pandang tamu.
Wide shot tamu, dari sudut pandang pasangan pengantin.
Momen khusus seperti saat pengantin pria mengucapkan ijab kabul.
Close-up dari pengantin pria dan wanita saat mengucapkan janji perkawinan.
Close-up tangan pengantin pria dan wanita saat bertukar cincin.

Sungkem, cium, dan peluk
Kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua untuk meminta restu.
Kedua pengantin saling mencium pipi.
Ekspresi close-up dari kedua pengantin setelah sah menjadi suami-istri.
Kedua pengantin berpelukan dengan keluarga dan teman-teman.
Kedua pengantin berjalan keluar dari tempat upacara.

Sebelum resepsi
Pengantin pria dan wanita berdiri bersama.
Pengantin wanita dengan orangtua.
Pengantin wanita dengan saudara-saudaranya.
Pengantin wanita dengan seluruh keluarga.
Pengantin pria dengan orangtua.
Pengantin pria dengan saudara-saudaranya.
Pengantin pria dengan seluruh keluarga.
Kedua pengantin dengan orangtua pengantin wanita.
Kedua pengantin dengan orangtua pengantin pria.
Kedua pengantin dengan kedua orangtua pengantin.
Kedua pengantin dengan seluruh anggota keluarga.
Kedua pengantin dengan para pengiring pengantin.
Kedua pengantin dengan seluruh panitia.

Resepsi
Bagian eksterior maupun interior dari tempat resepsi.
Still-life shots dari bunga, menu, dekorasi, table setting, kue pengantin, tumpeng, atau gelas Champagne (bila ada).
Tamu-tamu tiba, dan menandatangani buku tamu.
Kedua pengantin tiba.
Ekspresi para temu menyaksikan kehadiran kedua pengantin.
Kedua pengantin menyesap Champagne.
Kedua pengantin saling bertegur sapa dengan tamu.
Kedua pengantin saling berdansa (bila ada).
Kedua pengantin menerima salam dari para tamu.
Ekspresi close-up dari kedua pengantin saat menyambut tamu.
Shot dari MC atau pengisi acara tengah tampil.
Kedua pengantin memotong kue pengantin atau tumpeng.
Bouquet toss (lempar bunga).
Kedua pengantin keluar dari tempat resepsi.
Mobil pengantin, serta saat kedua pengantin memasuki mobil.