Rabu, 09 September 2009

Cinta Tak Selalu Berwujud "Bunga"


Cinta tak selalu berwujud "bunga"
Ketika engkau menangis, ia ada untuk menyeka air matamu.
Ketika engkau tersesat, ia menjadi petunjuk arahmu.
Ketika engkau ingin bicara, ia selalu menyediakan telinganya untuk mendengarmu.
Ketika engkau putus asa, ia menjadi penyemangatmu.
Ketika engkau merasa tak ada lagi yang mampu mengertimu,
ia selalu terus belajar untuk memahamimu.
Karena Cinta tak selalu berwujud "Bunga"

Senin, 07 September 2009

pelangi......


Sekalipun awan kelabu menampakkan kengakuhannya
Dan akhirnya ia luluh dalam titik-titik hujan
Maka akan hadir pelangi
Dengan indah warna warni cerahnya
Aku cinta pelukis pelangiku...
(kudedikasikan untuk pelukis pelangiku, my teletubiees)

Bunga....


"Duhai sang jingga..

Aku kenali itu..

Kembang mekar saat mentari senyum dalam rintik yang tak nampak..

Melompati gunung dari arah tanpa pasti..

Lalu berujung di celah tak terlihat..

Lantas kabar hari mu jadi kedamaian indah di senjangkala yg meredam tenggelam..

Terpulaskan malam oleh slimut rembulan..

Dan mimpi adalah cengkrama mu di waktu lain..

Engkau jelmaan pugar bintang tanpa sayap di keabadian hari yang hapus angkuh..

Karna engkau BUNGA.."


by. Amijaya


To. Amijaya

Thanks bgt ya bro, puisi2 yang coba kau bagi denganku memberi semangat hidup buat aku.

banyak hal yang bisa aku pelajari tentang hidup dari puisi2mu.

Selasa, 04 Agustus 2009

Happy birthday my lovely school…


Selamat ulang tahun…..
Satu tahun lagi bertambah usiamu, biarlah itu semakin menyatakan bahwa kau tetap kokoh dan tak pernah lapuk oleh jaman. Biarlah usiamu yang terus bertambah ini, mampu tuk nyatakan pada dunia kau kan selalu unggul dan tetap menjadi yang no.1
Ada banyak pribadi yang telah mengemban ilmu bersamamu, biarlah setiap masa yang terlewati bersamamu tetap menjadi kenangan indah yang tak terlupakan dalam hidup ini.
Di hari ulang tahunmu kini, walau kita jauh, ada doa yang kupanjatkan. Semoga engkau tetap menjadi yang terdepan dan selalu menghasilkan bibit-bibit unggul bagi bangsa ini.
Satu kata yang tak mungkin ku ingkari dalam hidup ini. I LOVE U SMOENZHA….

Kamis, 23 Juli 2009

Saat yang terkasih pergi kembali padaNya.


Menangis dan meratapi keadaan, itu yang pertama kali terjadi saat kutahu semuanya. Ia telah pergi meninggalkan dunia fana ini. Kadang terlintas dalam pikirku, inginku ia tetap masih disini, namun nyata bahwa ia sudah pergi. Mencoba untuk berlapang dada dan menerima kenyataan ini. Berharap bahwa inilah yang terbaik untuknya.
Opa… selamat jalan…
Sampai kapanpun kami akan selalu menyayangi, mengasihi dan mencintaimu…

Selasa, 23 Juni 2009

J3NU#


by.Rio Febrian


Ternyata hati, tak bisa berdusta

Meski ku coba, tetap tak bisa

Dulu cintaku, banyak padamu

Entah mengapa, kini berkurang

Reff :
Maaf, aku jenuh padamu

Lama sudah kupendam

Tertahan di bibirku

Mauku tak menyakiti

Meski begitu indah

Ku masih tetap saja…. Jenuh ….

Tahukah kini, kau kuhindari

Merasakan kau, ku lain padamu

Kini temukan, hanya cinta saja

Sementara kau, merasa cukup

Selasa, 09 Juni 2009

DILEMA HIDUP, PILIHAN ANTARA MENIKAH ATAU TIDAK........


Pasti kamu pernah mendengar bahkan mengalami keadaan seperti berikut ini:
"saat kamu masih kuliah pasti pernah ditanyain, kuliah jurusan apa? kapan selesai? saat kamu sudah selesai kuliah pasti pernah ditanyain, sudah kerja? kerja dimana? habis itu ditanyain lagi, udah punya pacar? orang apa? kerja dimana? sudah berapa lama pacaran? klo semua itu sudah dijawab, pertanyaan berikut yang akan muncul, kapan nikah?"
Pertanyaan paling akhir ini terkadang menjadi pertanyaan yang paling banyak terlontar. Pertanyaan yang cukup menakutkan juga untuk segelintir orang.
Apa yang kamu rasakan saat orang2 di sekitarmu mulai mempertanyakan kapan kamu akan hidup berumah tangga? sementara di lain sisi kamu sedang ingin hidup sendiri, menikmati status kesendirianmu. Menikmati masa2 “kemerdekaan”mu sebagai sebuah pribadi karena kamu tidak lagi dituntut untuk belajar dalam dunia pendidikan yang formal, namun engkau tetap terus belajar dalam dunia nyata sebagai manusia yang terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tindakan bijak seperti apa yang harus dilakukan agar orang2 disekitar kita bisa mengerti keadaan kita?
Buat kamu para wanita, pernah ga terlintas dalam pikiranmu bahwa ketika kamu diminta oleh orang tuamu untuk menikah, mereka berpikir bahwa tanggung jawab mereka sebagai orang tua akan selesai ketika mereka menikahkan anak perempuannya?
Apakah seorang pria hanya dianggap seperti seorang penjaga saja ketika ia menikah dengan wanita pilihannya? apakah seorang pria hanya dinilai sebatas memberi nafkah materi saja? jika hanya sebatas itu, seorang wanita pun tidak perlu menikah, toh saat ini wanita sudah mampu untuk membiayai hidupnya sendiri dan mampu pula menjaga dirinya sendiri. Terkadang pandangan orang tua inilah yang cukup memberikan tekanan mental pada anak.
Buat kamu para pria, saat akhirnya kamu menikah karena permintaan orang tuamu, hanya sebagai wujud pertanggung jawabanmu karena sudah terlalu lama kau memacari kekasihmu? Ataukah hanya sebatas agar dapat memberikan cucu kepada orang tuamu? Ataukah kau menikah hanya karena kekasihmu keburu hamil karena perbuatanmu? Jika hanya sebatas itu alasanmu menikah, kasihan sekali wanita yang kau nikahi. Apakah wanita hanya dipandang sebatas tempat tidur saja? Hanya sebatas kemampuannya memberikan keturunan, dan jika dia tak bisa memberikan keturunan maka kau campakkan dia kemudian mencari yang baru?
Menikah merupakan impian setiap orang, membangun sebuah keluarga yang di dasari cinta dan kasih sayang, namun saat ini banyak ditemukan pernikahan yang hancur dengan berbagai alasannya. Ketika ketidakcocokkan menjadi alasan, mengapa harus menemukan itu saat rumah tangga sudah diarungi? Manusia itu diciptakan berbeda satu dengan yang lain, sehingga akan sangat sulit menemukan orang yang sama persis seperti yang kita inginkan. Ketidakcocokan sebagai alasan perceraian adalah alasan yang sangat tidak masuk akal, alasan yang dicari-cari untuk mempermulus jalannya perpisahan. Akhirnya akan keluar sebuah pernyataan, untuk apa menikah jika hanya mencari kecocokan? Berteman saja, jika sudah tidak cocok pertemanan itu bisa diputuskan, toh itu jauh lebih mudah dibandingkan harus meninggalkan luka.
Menikahlah jika kamu merasa siap untuk menikah, menikahlah jika kamu memang siap untuk menghabiskan sisa hidupmu dengan seseorang yang berbeda denganmu, menikahlah jika kamu memang sadar bahwa sudah saatnya kamu hidup dengan seseorang yang kamu cintai setulus hatimu dan mencintaimu setulus hatinya, menikahlah dengan orang yang menghargaimu sebagai sebuah pribadi bukan sebagai sebuah property, tapi jangan hanya sekedar menganggap pasanganmu sebagai istri atau suami, tapi anggap dia sebagai patner hidupmu. Terkadang jika kita mengganggap pasangan kita sebagai istri atau suami, maka sisi egois kita akan muncul tanpa kita sadari. Kita menganggap istri atau suami kita adalah milik kita, sehingga pasangan kita sudah tidak lagi bisa memiliki privacy atas dirinya sendiri, namun ketika kita menganggap pasangan kita adalah patner hidup kita, maka kita jauh lebih menghargai dia sebagai pribadi, kita dapat belajar menghargai perbedaan yang ada dan belajar untuk menjadi lebih bijak menghadapi perbedaan itu.
Mungkin apa yang aku tuliskan saat ini, banyak yang tidak sependapat. Itu hal yang sangat wajar, jika semua setuju, sudah tidak ada kekritisan dalam berpikir. Mungkin sebagian dari anda yang telah membaca tulisan ini berpendapat atau berpikir bahwa aku berada dalam tekanan dan dilema tentang pilihan dalam hidup untuk menikah atau tidak. Tidak kupungkiri bahwa tuntutan usia memang menjadi salah satu faktor yang membuatku berpikir soal pernikahan, tapi bukan hanya sekedar mendapatkan status sebagai istri dari seorang pria. Aku ingin sebuah pernikahan dimana aku menghabiskan sisa hidup dengan seorang partner yang mampu menghargai perbedaan, menghargai sebuah privacy, menjunjung tinggi sebuah komitmen dan menghargai agungnya sebuah pernikahan.
Tulisan ini bukan sebuah tuduhan, bukan juga sebuah prasangka, hanya sepenggal rasa yang coba ingin ku bagi. Hanya sebatas wacana yang hadir dalam benakku, yang sebenarnya cukup mengganggu pikiranku. Hanya sebatas sebuah protes yang hadir karena melihat semakin banyak orang yang saat ini memandang sebuah pernikahan hanya sebatas status, sebatas legal hitam diatas putih, sebatas menghasilkan keturunan, sebatas menyenangkan orang lain, sebatas memuaskan keinginan daging, sebatas menghindari gunjingan orang sebagai perawan ataupun perjaka tua hanya karena menganut budaya ketimuran, bahwa perawan atau perjaka tua adalah sebuah “kenistaan”. Aku hanya berharap semoga ada perubahan dalam berpikir, jangan pernah menjadi orang yang hanya bisa menuduh orang lain tanpa pernah mampu melihat kesalahan dalam diri sendiri dan memperbaikinya. Jadilah manusia yang sadar bahwa kita tidak pernah sempurna tapi kita mampu berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Rabu, 06 Mei 2009

Ladang Cinta….



Ladang Cinta….
Hhmmm kira2 apa yang terlintas dipikiranmu saat kamu mendengar kata “ladang cinta”?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ladang berarti tanah yang diusahakan atau ditanami (ubi, jagung, dsb) dengan tidak diairi, tanah atau tempat yang diusahakan karena mengandung sumber daya alam seperti minyak. Sedangkan cinta dalam KBBI berarti sayang sekali, sayang benar, kasih sekali, terpikat, atau secara harafiah dapat diartikan sebagai sebuah perasaan sayang secara tulus dari dalam hati kepada seseorang. Walaupun begitu, cinta tidak hanya sebatas pada lawan jenis saja namun juga kepada keluarga dan sahabat.
Jadi ladang cinta itu apa sih?
Apakah keluarga dan sahabatmu, atau sebuah kota atau tempat dimana kamu mencari cintamu, atau sebuah hati yang sangat kau harapkan dapat pula mencintaimu?
Hhmmm sesungguhnya ladang cinta ada dimana-mana. Bisa berupa daerah disekitar tempat tinggalmu, kota kelahiranmu, kota tempat kamu menuntut ilmu, kota tempat kamu liburan atau yang lebih sempit lagi adalah lingkungan pergaulanmu. Klo dipikir-pikir, lingkungan pergaulan juga cukup luas ya..?? Kyaknya bisa dipersempit jadi lingkungan pergaulanmu di tempat kerja (buat kamu-kamu yang udah kerja), pergaulanmu di kampus (buat kamu-kamu yang kuliah), pergaulanmu di sekolah (buat kamu-kamu yang masih sekolah di tingkat SMP atau SMA), atau teman-teman pergaulanmu yang berasal dari sekolah atau daerah yang sama (ini khusus untuk kamu-kamu yang anak rantau).
Hhmmm kata “ladang cinta” saat ini lagi popular banget di kalangan terbatas nih. Kata ini sih berawal dari seorang “pangeran berkuda” yang melakukan perjalanan ke pusat kerajaan untuk kepentingan masa depannya dan menyempatkan diri ke kerajaan tetangga untuk bertemu dengan “bidadari”nya. Saat para sahabat pangeran bertanya setelah dari pusat kerajaan apakah dia akan langsung pulang, namun sang pangeran yang didampingi oleh sahabatnya saat itu berkata bahwa dia ingin singgah di ladang cinta terlebih dahulu, ingin bertemu dengan sang bidadari yang sudah bertahun-tahun mencuri hatinya. pangeran ini begitu berbahagia dapat bertemu dengan sang bidadari.
Hhmmm kisah yang cukup romantis… Sejauh apapun letak kerajaan tetangga, demi cintanya pada sang bidadari, pangeran akan melakukan apapun. Bahkan jarak tak menjadi persoalan, demi mengobati rasa rindunya pada sang bidadari.
Semoga kisah romantis ini jadi inspirasi untuk sahabat-sahabat pangeran juga yang ingin menuju ladang cinta demi mendapatkan cinta “bidadari” pujaan hati.
Terkadang kita ga sadar kalo ladang cinta itu ada dihadapan mata. Ladang cinta ga akan pernah bisa menumbuhkan rasa cinta kalau tidak diberikan kasih sayang dan perhatian, so belajarlah dari sang pangeran, ada pengorbanan yang dilakukan oleh pangeran demi bidadarinya, ada perhatian yang terus pangeran curahkan bagi bidadari dan yang tidak ketinggalan bagaimana sang pangeran menyatakan rasa kasih, sayang dan cintanya pada sang bidadari.
hhhmmm berbahagialah bidadari ini ya... Menjadi seseorang yang begitu istimewa di hati sang pangeran berkuda, dan mungkin berharap sang pangeran dapat kembali lagi untuk bertemu dengannya dalam waktu dekat. Demikian juga dengan sang pangeran, dia sudah menyatakan keinginannya pada sahabt-sahabat sejatinya untuk segera menuju ladang cinta demi bertemu dengan bidadari pujaan hatinya...
kita tunggu aja ya apa bidadari dan pangeran ini kelak kan bersatu??? (penulis berharap.........)

Senin, 04 Mei 2009

Aku marah……

Perasaan amarah didalam diri ini membuat aku bagai sebuah bom waktu. Aku sangat marah, hingga emosi ini cukup memberi dampak kurang baik bagiku. Namun aku sadar bahwa aku dewasa, sehingga akupun harus bisa menghadapi permasalahan ini dengan dewasa, jauh lebih bijak dibanding orang lain. Aku tahu bahwa aku mampu mengendalikan emosiku.
Aku marah, sangat marah ketika aku tahu kau menyamakan aku dengan wanita atau perempuan yang pernah kau kenal. Kau perlakukan aku sama seperti seorang anak kecil yang mudah untuk kau bohongi. Kau buat aku bagai manusia tanpa perasaan. Aku masih punya hati, masih punya perasaan. Aku marah dan sangat marah saat kau buat aku seperti orang lain, kau buat aku seperti seseorang yang baru saja kau kenal sesaat. Katakan kejujuran itu padaku, aku benci dengan segala kedustaan. Ada emosi yang sangat memuncak ketika ku tahu ada dusta yang kau simpan. Jika memang kau takut jalinan persahabatan ini berubah status, katakan. Jangan salah artikan perhatian ini. Sekalipun rasa sayang itu ada, tidak pernahkah kau coba untuk beri kesempatan mengujinya dengan waktu? Jika kau tidak nyaman dengan semua, tolong katakan. Kau anggap aku apa? Hanya sebuah patung tanpa hati?
Seandainya kau berani berkata bahwa kau takut persahabatan ini berubah status, aku bisa maklumi itu. Aku hanya butuh kejujuran darimu. Banyak wanita yang senang di bohongi agar mereka tidak marah, namun aku beda. Aku jauh lebih menghargai jika memang kau putuskan untuk tidak berjumpa denganku dibanding kau membuat berbagai macam alasan untuk menghindar dariku. Tunjukkan dirimu sebagai seorang PRIA.

Kamis, 30 April 2009

Aku G@mbar Bunga




enam tahun lalu kau
terlihat angkuh dengan kehebatan
rangking..
kecantikan..
namun,tak begitu harum
bagi mereka yang kau anggap rumput liar

sekejap masa
kau hilang dalam waktu
tanpa memberi tau
kemana
bahkan tak meninggalkan wangi

tiba kabar angin dalam maya
tentang wujud mu
yang tlah semerbak
kembali menjejak

aku menemukan mu tersenyum
tanpa luka
tanpa noda
malah, sangat harum

kelopak mu masih hijau
tak terlihat galau
saat kesulitan ku menghimbau

mahkota mu sungguh segar
menunjukan tegar
saat ku hendak terkapar

kokoh mu jelas pada tangkai
sedikit pun tak lunglai
saat ku tak lagi pandai


sungguh engkau..

BUNGA…
U/Persahabatan KITA...."


Created by. Amijaya

From me:
Thanks banget ya Ami, kamu mau nulis puisi yang indah bgt...
Aku ga pernah nyangka bahwa kamu masih begitu ingat pribadiku yang dulu,
aku berterima kasih untuk puisi yang indah ini,
karena aku bisa kembali bercermin dan tau bahwa ada banyak hal yang harus aku benahi dalam hidupku untuk menjadi lebih bijak.
Terimakasih untuk persahabatan yang indah.
Aku bahagia dan sangat bersyukur untuk persahabatan kita.
Aku percaya bahwa persahabatan ini tak akan lekang oleh waktu,
dan aku berharap untuk terus menjaga persahabatan ini agar tak dicuri oleh egoisme.
Ami,,,, you are my best friend....